"Menulis merangsang pemikiran,
jadi saat Anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis,
tetaplah mencoba untuk menulis."
~Barbara~
Untuk menjadi seorang yang dipenuhi dengan ide-ide kreatif dalam dunia penulisan, sebenarnya tidak sulit. Kita harus menjadi seorang yang kritis dan aktif dalam memberikan respons dengan lingkungan sekitar atau apa pun yang dapat kita jangkau dengan pancaindera kita. Selanjutnya, kita perlu melatih diri untuk mengembangkan semua ide menjadi satu gagasan yang terstruktur, sehingga memiliki makna dan dapat dibaca dengan jelas.
Berikut ini adalah sebuah referensi yang bisa memberikan tip menarik bagaimana menjadi seorang penulis yang tidak akan pernah kehabisan ide dalam menulis.
Berikut ini adalah sebuah referensi yang bisa memberikan tip menarik bagaimana menjadi seorang penulis yang tidak akan pernah kehabisan ide dalam menulis.
Ketika Anda mulai mengarang atau menulis cerita, jangan takut di tengah proses penulisan Anda akan kehabisan ide. Atau bahkan Anda bingung ingin memulai menulis dengan ide apa. Menurut Anang YB, seorang ahli geografi yang juga penulis produktif, ide bisa datang dari mana saja, bahkan ketika ide itu muncul bisa datang dari sesuatu yang tak kita duga sebelumnya. Setidaknya, ada empat sumber ide yang bisa diolah untuk memulai sebuah cerita. Ide-ide tersebut dikutip dari salah satu bukunya yang berjudul "Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari" dalam Bab III.
Pertama, Anda bisa memanfaatkan kamus sebagai sumber ide untuk awal cerita. Bukalah halaman kamus secara acak, lalu pilihlah secara acak sebuah kata di halaman tersebut. Ulangi proses itu hingga 4-7 kali, sehingga Anda mendapatkan beberapa kata. Sebaiknya, Anda juga membaca artinya, sehingga Anda memahami makna kata yang Anda pilih secara acak itu. Dari daftar kata yang Anda miliki, kembangkan imajinasi dan kreativitas, sehingga semua kata dalam daftar itu bisa dipadukan menjadi sebuah paragraf awal yang bermakna. Misalnya, Anda memperoleh kata-kata: tupai, topi, sepeda, sekolah, tangis, sahabat, dan jajan. Apa yang kira-kira akan Anda tuliskan dengan memasukkan semua kata tersebut? Anda mungkin bisa menulis cerita anak atau fabel tentang seekor tupai yang bersepeda ke sekolah bersama sahabatnya. Tetapi topinya tertiup angin dan jatuh di comberan, sehingga ia menangis. Untunglah sahabatnya memberikan uang jajannya untuk membeli topi baru. Nah, dari situ cerita bisa Anda kembangkan dengan menyisipkan nilai-nilai persahabatan, ketekunan belajar, sampai menggunakan uang saku secara bijak. Ide ini juga bisa dilakukan untuk menulis cerita dengan sistem "keroyokan" atau mendiskusikan alur cerita bersama-sama.
Kedua, Anda bisa melakukan aktivitas berbalas pantun untuk menulis cerita. Ide ini lebih asyik karena Anda melakukannya bersama-sama, dengan dua atau tiga orang lainnya. Dengan mengerjakan bersama, ide-ide segar akan muncul dan spontanitas akan membawa keunikan sendiri dalam penulisan. Anda tidak perlu takut kehabisan ide, karena setiap ide yang dilontarkan pasti bisa mendapat bermacam-macam umpan balik. Misalnya, Anda dan dua teman Anda sedang berlibur di pantai. Anda bisa mengawali cerita dengan membayangkan diri sebagai burung camar yang terbang di angkasa. Lalu teman Anda melanjutkannya dengan kalimat lain tentang burung itu yang terbang tanpa tujuan. Teman yang satunya menimpali dengan membayangkan burung itu kebingungan mencari anaknya yang hilang. Begitu seterusnya hingga cerita tidak dapat diteruskan lagi atau Anda bertiga sudah keluar dari konsep awal. Nah, sebuah cerita anak bisa Anda kembangkan atau perbaiki naskahnya setelah diskusi bertiga dengan pengamatan langsung dan membayangkan diri sebagai burung camar.
Ketiga, Anda yang lebih suka menulis cerita sendiri dan sedang tidak ada ide untuk mengawali cerita bisa melakukan "dekonstruksi" cerita lama. Ya, cerita-cerita klasik atau dongeng tradisional yang sudah Anda hafal bisa Anda ingat kembali. Setelah itu mulailah menuliskannya dan berimajinasi untuk mengembangkan cerita. Misalnya, Anda bisa membayangkan seandainya Pinokio itu bersaudara dengan Cepot, si wayang golek. Atau Gepetto yang kebingungan karena tubuh Pinokio hancur dimakan rayap. Anda juga bisa berimajinasi dengan menggabungkan tokoh Cinderella dengan Bawang Putih, atau Putri Salju dengan Timun Mas. Selalu menarik membuat kemungkinan-kemungkinan baru dari kisah klasik yang sudah lazim dikenal orang.
Keempat, Anda bisa mendapatkan ide secara tak sengaja. TV pun bisa menjadi gudang ide dan inspirasi bagi Anda, ketika Anda sedang menonton sinetron, berita, bahkan iklan. Anda bisa menulis cerita anak tentang seorang bocah yang doyan makan es krim dan tidak mau makan sayuran. Akhirnya, bocah itu sakit. Ide itu muncul dari iklan es krim di TV. Atau Anda yang senang menonton sinetron, cobalah untuk menulis cerita seandainya seluruh anak di Indonesia bercita-cita menjadi pemain sinetron demi mengejar popularitas dan harta benda. Mungkin Anda juga bisa menulis esai tentang persamaan dan perbedaan bintang sinetron anak dengan para pekerja anak di pabrik dan perkebunan, lalu mengajukan satu solusi untuk menjembatani kesenjangan di antara mereka. Berita di TV pun bisa Anda gunakan sebagai "trigger" untuk memulai menulis. Misalnya, tentang masa depan tanpa koran, wartawan yang capai mencari berita, atau kisah-kisah lainnya.
Jangan takut kehabisan ide saat ingin menulis cerita. Ide selalu ada dan bisa muncul dari mana saja. Yang Anda butuhkan hanyalah membuka mata lebar-lebar untuk menemukan ide-ide tersebut. Selamat berkreasi.
Pertama, Anda bisa memanfaatkan kamus sebagai sumber ide untuk awal cerita. Bukalah halaman kamus secara acak, lalu pilihlah secara acak sebuah kata di halaman tersebut. Ulangi proses itu hingga 4-7 kali, sehingga Anda mendapatkan beberapa kata. Sebaiknya, Anda juga membaca artinya, sehingga Anda memahami makna kata yang Anda pilih secara acak itu. Dari daftar kata yang Anda miliki, kembangkan imajinasi dan kreativitas, sehingga semua kata dalam daftar itu bisa dipadukan menjadi sebuah paragraf awal yang bermakna. Misalnya, Anda memperoleh kata-kata: tupai, topi, sepeda, sekolah, tangis, sahabat, dan jajan. Apa yang kira-kira akan Anda tuliskan dengan memasukkan semua kata tersebut? Anda mungkin bisa menulis cerita anak atau fabel tentang seekor tupai yang bersepeda ke sekolah bersama sahabatnya. Tetapi topinya tertiup angin dan jatuh di comberan, sehingga ia menangis. Untunglah sahabatnya memberikan uang jajannya untuk membeli topi baru. Nah, dari situ cerita bisa Anda kembangkan dengan menyisipkan nilai-nilai persahabatan, ketekunan belajar, sampai menggunakan uang saku secara bijak. Ide ini juga bisa dilakukan untuk menulis cerita dengan sistem "keroyokan" atau mendiskusikan alur cerita bersama-sama.
Kedua, Anda bisa melakukan aktivitas berbalas pantun untuk menulis cerita. Ide ini lebih asyik karena Anda melakukannya bersama-sama, dengan dua atau tiga orang lainnya. Dengan mengerjakan bersama, ide-ide segar akan muncul dan spontanitas akan membawa keunikan sendiri dalam penulisan. Anda tidak perlu takut kehabisan ide, karena setiap ide yang dilontarkan pasti bisa mendapat bermacam-macam umpan balik. Misalnya, Anda dan dua teman Anda sedang berlibur di pantai. Anda bisa mengawali cerita dengan membayangkan diri sebagai burung camar yang terbang di angkasa. Lalu teman Anda melanjutkannya dengan kalimat lain tentang burung itu yang terbang tanpa tujuan. Teman yang satunya menimpali dengan membayangkan burung itu kebingungan mencari anaknya yang hilang. Begitu seterusnya hingga cerita tidak dapat diteruskan lagi atau Anda bertiga sudah keluar dari konsep awal. Nah, sebuah cerita anak bisa Anda kembangkan atau perbaiki naskahnya setelah diskusi bertiga dengan pengamatan langsung dan membayangkan diri sebagai burung camar.
Ketiga, Anda yang lebih suka menulis cerita sendiri dan sedang tidak ada ide untuk mengawali cerita bisa melakukan "dekonstruksi" cerita lama. Ya, cerita-cerita klasik atau dongeng tradisional yang sudah Anda hafal bisa Anda ingat kembali. Setelah itu mulailah menuliskannya dan berimajinasi untuk mengembangkan cerita. Misalnya, Anda bisa membayangkan seandainya Pinokio itu bersaudara dengan Cepot, si wayang golek. Atau Gepetto yang kebingungan karena tubuh Pinokio hancur dimakan rayap. Anda juga bisa berimajinasi dengan menggabungkan tokoh Cinderella dengan Bawang Putih, atau Putri Salju dengan Timun Mas. Selalu menarik membuat kemungkinan-kemungkinan baru dari kisah klasik yang sudah lazim dikenal orang.
Keempat, Anda bisa mendapatkan ide secara tak sengaja. TV pun bisa menjadi gudang ide dan inspirasi bagi Anda, ketika Anda sedang menonton sinetron, berita, bahkan iklan. Anda bisa menulis cerita anak tentang seorang bocah yang doyan makan es krim dan tidak mau makan sayuran. Akhirnya, bocah itu sakit. Ide itu muncul dari iklan es krim di TV. Atau Anda yang senang menonton sinetron, cobalah untuk menulis cerita seandainya seluruh anak di Indonesia bercita-cita menjadi pemain sinetron demi mengejar popularitas dan harta benda. Mungkin Anda juga bisa menulis esai tentang persamaan dan perbedaan bintang sinetron anak dengan para pekerja anak di pabrik dan perkebunan, lalu mengajukan satu solusi untuk menjembatani kesenjangan di antara mereka. Berita di TV pun bisa Anda gunakan sebagai "trigger" untuk memulai menulis. Misalnya, tentang masa depan tanpa koran, wartawan yang capai mencari berita, atau kisah-kisah lainnya.
Jangan takut kehabisan ide saat ingin menulis cerita. Ide selalu ada dan bisa muncul dari mana saja. Yang Anda butuhkan hanyalah membuka mata lebar-lebar untuk menemukan ide-ide tersebut. Selamat berkreasi.
Disadur dari:
Judul buku: Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari
Penulis: Anang Y.B.
Penerbit: Pustaka Grhatama, Yogyakarta 2011
Halaman: 32 -– 40
Judul buku: Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari
Penulis: Anang Y.B.
Penerbit: Pustaka Grhatama, Yogyakarta 2011
Halaman: 32 -– 40


Tidak ada komentar:
Posting Komentar